Kamis, 05 Oktober 2017

Prinsip-Prinsip Belajar (Rangkuman Hasil Diskusi)

Prinsip Belajar

Menurut Gestalt adalah suatu transfer belajar antara pendidik dan pe ena didik sehingga mengalami perkembangan dari proses interaksi belajar mengajar yung dilakukan secara terus menerus dan diharapkan peserta didik akan mamp men permasalahan dengan sendiri melalui teori-teori dan pengalaman yang diterimanya.

Prinsip-Prinsip Belajar yang Terkait Dengan Proses Belajar

Berikut ini prinsip-prinsip belajar yang dikemukakan oleh Rothwal A.B (1961) adalah:

  • Prinsip Kesiapan (Readinees)
  • Prinsip Motivasi (Motivation)
  • Prinsip Presepsi
  • Prinsip Tujuan
  • Prinsip Perbedaan Individual
  • Prinsip Tranfer dan Retensi
  • Prinsip Belajar Kognitif
  • Prinsip Belajar Afektif
  • Prinsip Belajar Evaluasi
  • Prinsip Belajar Psikomotor


Keaktifan Belajar

Mon Dewey mengemukakan, bahwa belajar adalah menyangkut apa yang harus dikerjakan siswa untuk dirinya sendiri., yaitu aktivitas mental dan emosional. 

Dalam hal belajar, guru dan siswa harus memiliki ikatan yang kuat agar cita-cita/tujuan sesama akan mudah dicapai. Guru tidak boleh  membiarkan ada siswa yang tidak ikut aktif belajar. Lebih jauh dari sekedar mengaktifkan siswa belajar, guru harus meningkatkan kadar aktifitas belajar tersebut. Siswa yang sudah menerima pelajaran dari guru hendaklah lebih didalami lagi yaitu dengan cara mengulangi pelajaran yang dijelaskan guru di rumah. Ini bermanfaat agar siswa tetap mengingat dan tahu bahwa ia sudah belajar tentang hal tersebut dikemudian hari yang mana di masa depan ilmu itu akan dipelajari lebih dalam lagi nantinya


QandA section

Dalam sesi tanya jawab, salah satu pertanyaan yang menarik adalah salah satu mahasiswa bernama Yeniati. Pertanyaannya sebagai berikut;

"Bagaimana tanggapan penyaji jika ada pendidik yang mendasarkan motivasi namun mengajarnya keras dan cenderung mendikte pelajar?"

Dalam hal ini bisa dijawab yaitu, setiap pelajar memiliki karakteristik, tipikal, sifat dan latar belakang yang berbeda-beda. Membentak dalam hal positif sebenarnya tidak sepenuhnya salah, namun Guru harus pandai dan cerdas melihat sikap siswanya tersebut. Ada siswa yang dibentak dulu baru mengerti, ada siswa yang dibentak malah menambah beban bagi siswa tersebut. Disinilah peran guru sebagai pendidik sangat dibutuhkan, guru harus pandai dalam mendidik sekian banyak siswa yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Mirisnya, di zaman sekarang banyak guru beralasan bahwa membentak adalah bagian dari motivasi diri siswa tersebut, namun harus diingat kembali bahwa tidak semua siswa beranggapan mereka dibentak adalah bentuk motivasi. Tentu bukan salah guru ataupun siswanya, namun guru dan siswa hendaklah tahu apa yang hak adan kewajibannya dan apa-apa yang harus dilakukannya.





0 komentar:

Posting Komentar