Hakikat Belajar dan Pembelajaran
Belajar adalah suatu proses dimana individu menginginkan suatu perubahan dalam dirinya tanpa adanya timbal balik. Sedangkan dalam pembelejaran adalah proses belajar mengajar yang menginginkan suatu perubahan yang dimana dalam pembelajaran semuanya sudah diatur dengan ketentuan yang berlaku seperti proses pembelajaran di sekolah.
Tujuan Belajar dan Pembelajaran
Belajar merupakan suatu hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan manusia khusunya siswa/pelajar. Dalam proses belajar mengajar diharapkan siswa mampu mengembangkan beberapa hal berikut:
- Kognitif
- Efektif
- Psikomotorik
Serta diharapkan adanya perubahan dalam hal tingkah laku, etika, moral yang lebih baik untuk kedepannya agar tercapainya proses belajar.

photo by https://www.dakwatuna.com/2015/03/13/65692/ciri-guru-yang-sukses-dalam-mengajar/
Banyaknya perubahan yang diharapkan dalam proses pembelajaran, tidak jarang ketiga hal seperti kognitif, efektif dan psikomotorik tidak berjalan dengan baik/sejalan. Hal tersebut bisa disebabkan karena suasana proses pembelajaran yang terlalu kaku dan terkesan suram. Bagaimana menanggapi masalah tersebut? Sebenarnya baik guru ataupun siswa haruslah bekerja sama, guru yang hakikatnya adalah mendidik hendaklah mengatur suasana kelas menjadi nyaman. Begitu juga dengan siswa yang menjadi sasaran terdidik hendaklah mematuhi semua aturan yang ada agar proses pembelajaran tercapai.
Seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi, pemikiran manusia semakin maju memaksakan semua masyarakat harus maju, tidak terkecuali dalam bidang pendidikan. Di dalam bidang pendidikan adanya perubahan Kurikulum. Perubahan kurikulum ini bukan semudah membalikkan telapak tangan, butuh proses yang panjang agar tercapainya suatu tujuan dari kurikulum tersebut. Di Indonesia, kurikulum yang sangat melekat adalah KTSP 2006, dimana kurikulum ini bertahan cukup lama dengan cirinya adalah menekankan semua kepada guru. Tidak heran memang, pada zamannya kita diperlihatkan dimana siswa sering menghapal, guru yang menjelaskan tiada henti dan juga siswa kebanyakan hanya sebagai penerima. Hingga muncullah Kurikulum 2013 yang sangat jauh berbeda dengan kurikulum sebelumnya dimana di dalan Kurikulum 2013, guru hanya sebagai fasilisator dan siswa yang lebih berperan aktif proses pembelajaran.
Terlepas dari besarnya perbedaan dua kurikulum tersebut, pada dasarnya kurikulum sifatnya adalah berkembang dengan mengikuti zaman, selain itu semua kurikulum juga memiliki kualitas yang bagus di eranya. Bagaimana agar tujuan Kurikulum itu tercapai? Kuncinya adalah pada guru dan murid. Apabila guru dan murid "klop" satu sama lain, tidak hanya proses belajar yang akan menjadi lebiih baik namun juga pengaplikasian kurikulum juga jauh lebih efisien dan berkualitas. Maka dari itu guru dan murid hendaklah membuat ikatan erat agar hakikat belajar dan pembelajaran dapat tercapai.

0 komentar:
Posting Komentar